Novel Grafis

AddThis Social Bookmark Button
  • Novel Grafis

    Novel Grafis Terbaik

    Membaca gambar adalah mengunjungi dunia, membaca teks adalah menciptakan dunia

    Kemunculan 'Sin City' nya Frank Miller menjadi sebuah film di tahun 2005 menjadi awal novel-novel grafik untuk dikenal lebih jauh. Semakin dikenalnya karya seni yang dipandang sebelah mata ini -karena dianggap sebagai novel se'level komik- memberikan cara pandang baru -setidaknya untukku- dalam melihat seni penceritaan gambar diam/still image, sudut pandang dan teks itu sendiri dalam jajaran panel.

    Dalam komik dan terlebih lagi dalam novel grafik, bukan figur/tokoh yang bercerita kepada kita, tapi panel-panel itulah sang-tokoh sebenarnya, sudut pandang dan rentang dari satu panel ke panel lain merupakan karya seni yang sesungguhnya. Para ahli tutur-cerita mengatakan: 'Alur cerita yang baik, tidak harus diceritakan', dalam artian: tanpa kata, kita bisa menangkap jalan cerita -jadi teringat sinteron Indonesia yang tokohnya ngomong sendiri untuk mengungkapkan cerita-.

    Aspek lain yang menarik dari novel grafis adalah mereka biasanya menyimpang dari kebiasaan tokoh superhero dalam komik yang suka berpakaian ketat spandex seperti homo yang lagi horny -hahah-, kemudian mengangkat lebih banyak kehidupan jalanan, bahaya yang lebih real dan situasi yang kurang fantastis di mata pembaca. Novel grafis biasanya memakai plot permasalahan kebanyakan orang yang diisi dengan dimensi psikologis yang mendalam atau keresahan mendasar manusia.

  • Syukurlah ada booming seperti ini, kebanyakan orang -termasuk aku- nyaris tidak tahu tentang dunia novel grafis dan kekayaan cerita yang ada di dalamnya. Beberapa film seperti 'V for Vendetta', 'From Hell', '300', 'Constantine', 'Starship Troopers' dan 'A History of Violence', dirilis ke layar lebar tanpa banyak yang tahu bahwa semua itu berasal dari novel grafis.

  • Teringat temanku yang ngelantur ngomong: "Komik itu layaknya satu tenggakan Vodka, novel layaknya anggur dalam sebuah makan malam romantis, sedangkan novel grafis adalah sebotol bir dalam obrolan bergizi dan menyenangkan bersama sahabat lama'.

  • Tidak untuk berpanjang-panjang, di bawah ini beberapa novel grafis yang kuanggap paling baik dari yang pernah/sedang ku baca.

  • 100 Bullets; First Shot, Last Call

  • Ditulis oleh Brian Azzarello dan Eduardo Risso

    Cerita spionase yang melibatkan Mr. Graves yang misterius, yang membawa koper dengan senjata dan 100 peluru yang tidak bisa terlacak, juga bersama sebuah informasi yang penting tentang musuh bebuyutanmu, memberimu pilihan yang menuntut kebijaksanaanmu. Hasil akhirnya cukup memukau, sebuah cerita tentang bagaimana menemukan cara yang genius dalam melakukan balas dendam. Novel grafis ini berjumlah 10 seri.

    300

  • 3001 Ditulis oleh Frank Miller dan Lynn Varley

    Kesuksesan film '300' secara tidak langsung disebabkan adaptasi panel per-panel langsung dari novel grafisnya. Novel grafis quasi-historis ini merupakan suatu must-read bagi penggemar mitologi. Satu-satunya bagian buruk tentang '300', versi cetaknya jelek banget!

    Batman: The Dark Knight Returns

  • batman_thedarkknightreturns_2 Ditulis oleh Frank Miller, Klaus Janson dan Lynn Varley

    Batman baru saja kembali dari masa-masa kesedihan 'penemuan diri' seiring dengan itu, ada sekelompok geng yang mengacau kota yang 'naik pamor' menjadi superhero. Adalah Joker yang tampil dengan gaya dramatik. Cerita  yang gelap dan bergaya sadistis ini adalah gaya cerita yang ingin kamu dapatkan dalam cerita standar Batman sang Superhero.

    Ex Machina, Vol. 1: The First Hundred Days

  • Ditulis oleh Brian K. Vaughan

    Ex Machina adalah 5 seri novel grafis yang fokus terhadap cerita protagonis Mitchell Hundred yang dikenal juga dengan nama 'The Great Machine', seorang superhero dan walikota kota New York. Dia memiliki kekuatan aneh untuk mengontrol mesin yang dia gunakan untuk menanggulangi masalah pembunuhan dan kriminal.

    From Hell

  • Ditulis oleh Alan Moore dan Eddie Campbel

    Novel grafis yang pada tahun 2001 difilmkan dengan bintang Johnny Depp ini menceritakan tentang sebuah teori konspirasi dari pembunuhan bayi dari keturunan anggota kerajaan Inggris dan pembunuhan ini dilakukan untuk menutup-nutupinya.

    Hellblazer: Original Sins

  • Ditulis oleh Jamie Delano

    Hellblazer adalah novel grafis tahun 1988 yang pada tahun 2005 difilmkan dengan judul 'Constantine' dengan bintang Keanu Reeves. Bercerita tentang John Constantine, seorang pecandu rokok dan freelance 'penjinak' iblis yang berperang melawan mahluk neraka yang tersesat ke dunia ini. Dengan kekuatan untuk bisa melihat malaikat dan iblis, Constantine bisa melihat kehidupan setelah mati dan berusaha mengakali kematiannya sendiri. Kisah yang sangat bagus untuk kamu yang suka mitos/cerita surga dan neraka. Novel grafis ini dibuat 22 seri.

    Robocop

  • Ditulis oleh Frank Miller

    Tidak seperti ide awal tokoh Robocop, novel grafis ini menghadirkan versi 'tanpa tembok' yang Miller hadirkan ke para pembacanya. Tarik ulur antara ke-mesin-an Robocop dan masa lalunya sebagai manusia.  Murphy A.K.A Robocop 'disingkirkan' dari cerita untuk memperlihatkan Robocop bisa hanyut dalam kekejaman.

    Ronin

  • Ditulis oleh Frank Miller

    Dengan seting kota New York yang telah hancur, novel grafis ini menggunakan ramuan khas Miller, gabungan dari aksi dan imajinasi. Kamu mengikuti cerita seorang Samurai dalam dunia yang penuh dengan mutan dan teknologi aneh.

    Sandman

  • Ditulis oleh Neil Gaiman

    Tokoh utama cerita ini adalah Morpheus sang Raja Mimpi, yang merupakan perwujudan mimpi dalam bentuk manusia. Di awal cerita, Morpheus ditangkap oleh sebuah sekte pemujaan dan ditahan selama 70 tahun. Morpheus kemudian melarikan diri dan membalas para penangkapnya lalu kemudian merencanakan membangun kembali kerajaanya yang hancur ketika dia ditangkap.

    Sin City

  • Ditulis oleh Frank Miller

    Miller terkenal karena menulis 'Sin City', novel grafis yang imajinatif dan penuh dengan kekerasan dalam visualisasinya yang membawamu ke kehidupan beberapa tokoh kunci yang menjadi korban keadaan.

    Mengapa seri ini mantabs? Sederhana, karena Sin City memang mantabs!. Hal ini dikarenakan kesempurnaan dalam segala hal. Ceritanya semakin bagus dari satu seri ke seri yang lainnya, dan aku jamin, kamu bakal membaca-nya selama bertahun-tahun yang akan datang, apakah dikarenakan kamu ingin melihat terus perspektif kreatif Miller, atau membaca kembali teks/caption yang fantastis.

    The League of Extraordinary Gentlemen, Vol. 1

  • Ditulis oleh Alan Moore dan Kevin O'Neil

    Novel grafis pertama dari 2 seri ini difilmkan pada tahun 2003, ceritanya berkisar pada para tokoh fiksi klasik, seperti Long Jhon Silver, Kapten Nemo, Lamuel Gulliver dan yang lainnya. Sebuah novel grafis yang berisi kombinasi bagus dari karakter-karakter legendaris.

    The Invisibles Vol. 1: Say You Want a Revolution

  • Ditulis oleh Grant Morrison

    Seri novel grafis ini yang membuat Morrison terkenal: Sebuah cerita yang sangat bagus bagi pecinta teori konspirasi, dikarenakan plotnya yang susah ditebak dengan sekumpulan protagonis berkepribadian 'unik', berperang dengan ras manusia yang telah diperbudak oleh organisasi rahasia. Begitu banyak perjalanan waktu di dalamnya, aksi dan juga hal yang berbau supernatural.

    Transmetropolitan Vol 01: Back on the Street

  • Ditulis oleh Warren Ellis dan Darick Robertson

    Cerita tentang wartawan yang berada dalam dunia post-cyberpunk, kamu bakal ditawari sebuah visi yang menarik tentang masa depan, saat pemerintahan yang korup berada dalam dunia yang penuh dengan eksperimen penciptaan manusia hibrid. Novel grafis yang penuh dengan kekerasan, kepahitan, dan sarkasme yang pekat.

    V for Vendetta

  • Ditulis oleh Alan Moore dan David Lloyd

    Kekuatan novel grafis ini terletak pada jalan cerita dibanding kualitas grafiknya, menceritakan seorang pemberontak bernama 'V', seorang teroris terpelajar yang mempunyai kecintaan terhadap musik dan seni. Dia berjuang melawan pemerinthan supresif yang mencengkram rakyat. Kamu akan suka membaca novel grafis ini dikarenakan akhir dalam novel grafis-nya tidak sama dengan akhir di film-nya.

    Watchmen

  • Ditulis oleh Alan Moore

    Watchmen bukan hanya diakui sebagai salah satu novel grafis terbaik yang pernah ditulis, tetapi juga diakui oleh majalah Time sebagai '100 Best English Novels of All Time' pada tahun 2005. Berlatar belakang tahun 1980-an, menceritakan sekelompok orang dengan kostum Superhero dalam alternate-universe dimana Amerika sedang menuju perang nuklir dengan Uni Soviet.

    Y: The Last Man, Vol. 1: Unmanned

  • Ditulis oleh Brian K. Vaughan

    Novel grafis ini menceritakan tentang Yorick Brown, seorang seniman pelarian dan laki-laki terakhir di bumi ini setelah ada wabah punahnya laki-laki. Yang bertahan adalah para wanita yang menyadari bahwa kpunahan manusia tidak terelakan lagi.

    Nah, itu dia novel grafis yang menurutku ok, itu si berdasar apa yang telah ku baca, mungkin kamu-kamu lebih tau banyak tentang hal ini dan mau berbagi denganku.

    Ngomongin masalah berbagi, siapa yang mau novel grafis versi e-book 'Sandman' karya Neil Gaiman? ada 75 seri dalam 10 jilid, jika mau, kasih tau aku email kamu ok.

  • Sumber: banyak nih, mulai dari website-nya DC Comic, wikipedia dan CBR dan beberapa bisik-bisik dari teman.
blog comments powered by Disqus
RSS Twitter Email Facebook 

Gudang Tulisan